Terbawa kembali ke masa-masa awal akademinya, Nerys Truydd mengenang kembali kehidupan yang dirusak oleh pengkhianatan dan siksaan. Dieksploitasi dan diracuni oleh keluarga dan suaminya sendiri, kematiannya disambut dengan sumpah untuk mengutuk orang-orang yang telah berbuat salah padanya. Kini diberi kesempatan kedua, Nerys bersumpah untuk menulis ulang takdirnya. Saat ia menelusuri masa lalunya, kenangan akan orang-orang yang menyakitinya kembali membanjiri. Bertekad dan dipacu oleh pembalasan, ia berusaha merebut kembali semua yang telah hilang. Mampukah ia membalikkan masa lalunya yang tragis dan muncul sebagai pemenang dari bayang-bayang pengkhianatannya?